Scroll Untuk Lanjut Membaca

Leuwiliang, 25.03.2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 40 kecamatan sebagai langkah intervensi untuk menjaga kestabilan harga di pasar.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Jika terjadi kenaikan harga beras, meskipun tidak signifikan, kami tetap melakukan intervensi. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga bahan pangan. Oleh karena itu, setiap bulan pemerintah melakukan intervensi dengan memberikan subsidi, meskipun pembelian tetap dibatasi,” ujar Rudy Susmanto saat membuka acara GPM dan Ngariung Ramadhan di Alun-alun Kecamatan Leuwiliang, Selasa (25/3/25).

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan bahwa GPM juga menjadi langkah antisipasi menghadapi kenaikan harga daging serta kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Dinas terkait telah melakukan pendataan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan. Kegiatan ini pun direncanakan akan menjadi agenda tahunan.

“Kami berterima kasih kepada Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bogor yang telah mendukung terselenggaranya program ini. GPM menjadi salah satu solusi dalam menekan lonjakan harga,” tambahnya.

Selain itu, Rudy juga mengungkapkan rencana Pemkab Bogor untuk mengevaluasi operasional toko-toko modern di wilayahnya. Pemerintah daerah berencana menjalin kemitraan agar setiap toko modern menyediakan etalase khusus bagi produk UMKM. Selain itu, juga akan ditetapkan standar harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bogor. (**)